Patonah, seorang Ibu yang umurnya bisa dibilang sudah senja
dan menjadi tulang punggung keluarganya. Ibu yang kuat, yang tegar dan tak
pernah putus asa. Meski beliau telah ditinggal suaminya 22 tahun yang lalu dan dikaruniai 2 orang anak yang
memiliki kelainan, beliau tetap tegar mencari rupiah demi rupiah agar
keluargany bisa makan dihari itu juga.
Beliau tinggal didaerah pegunungan yang bisa dibilang daerah
terpencil. Beruntung, pada kali itu terdapat panen kolang-kaling. Disitu,
beliau bekerja mengupas kolang-kaling meski upah satu rangtang kolang-kaling
hanya Rp 500,- dan beliau hanya mendapattkan Rp 3.000,- pada hari itu. akan
tetapi, upah tersebut tidak langsung dibayarkan kepada beliau. Beliau harus
menunggu 3-4 hari sampai kolang-kaling tersebut terjual di pasaran. Selain menjadi
buruh kolang kaling, beliau mengambil melinjo yang runtuh untuk menambah
penghasilan pada hari itu. Akan tetapi, hasil pada hari itu tidak cukup untuk
membeli 1kg beras untuk keluarganya.
Beliau rela berkorban untuk anaknya. Setiap anaknya buang
air kecil dan buang air besar di ember dikarenakan keterbatasan fisik tersebut,
beliaulah yang membersihkannya. Beliau tidak pernah mengeluh meski beliau telah
lelah membanting tulang seharian itu juga.
Dari kisah Ibu Patonah tersebut, kita mendapatkan pelajaran agar :
1.
Selalu berbakti kepada kedua orang tua kita yang
telah membanting tulang untuk kita,
2.
Jangan pernah menyerah untuk menjalani hidup ini
meski untuk menjalani hidup ini terasa sangat berat,
3.
CINTAILAH KELUARGA KITA :)
J





0 komentar:
Posting Komentar
kasih saran donk :)
'n jangan kasih komen yang nyakitin ati yak^^